Arogansi Pengendara Motor Besar

Tulisan ini mungkin menggambarkan puncak kejengkelanku pada klub pengendara motor besar “HD”. Entah bagaimana logikanya mereka bisa sekenaknya menguasai jalan raya yang harusnya milik umum. Kejadian pertama ketika aku ada acara di Jakarta dengan jadwal penerbangan pertama (pagi) dari Semarang. Kebetulan jl Ahmad Yani menuju bandara lumayan padat, dan disaat padat itulah tiba-tiba terdengan sirine motor patwal dan pengendara lain diminta Pak Polisi untuk menepi, aku pikir Pak Gubenur atau Pak Walikota atau ambulance yang akan lewat, maka aku memaklumi saja karena pejabat banyak urusaanya ataupun ambulance perlu dikawal karena emergency. Tetapi dugaanku ternyata melesat….ternyata yang lewat hanyalah 5 buah motor “HD”. Dengan wajah angkuhnya mereka seolah yang memiliki jalan dimana pengguna yang lain harus minggir. Dan yang bikin aku harus menghela nafas dalam-dalam ketika didepanku ada becak penuh muatan yang dikayuh oleh Pak Tua yang usianya sekitar 50 an tahun. Sebenarnya dia sudah agak menepi tetapi karena muatanya cukup banyak dan padat, dia susah mengatur becaknya benar-benar menepi. Sebenarnya untuk lewat “sang juragan HD” sudah cukup walaupun begitu ada diantara pembonceng pengendara “HD” tersebut membentak keras agar Pak Becak minggir ke tepi lagi. Entah ada otaknya or gak pikirku terhadap si pengendara “HD” tersebut. Continue reading

Advertisements

Belajar dari Sikap Bangsa Jepang

Hari ini tepatnya satu minggu dua musibah (jishin) yaitu gempa bumi dan tsunami telah memporak-porandakan prefektur Miyagi dan daerah sekitarnya. Gempa dan tsunami ini mengingatkan pada tsunami yang pernah terjadi di Aceh. Semuanya porak poranda, dari jumlah nyawa yang begitu besar harus menjadi korban sampai dengan harta benda yang sudah gak bisa di pegang. Terlebih ditambah lagi bencana reaktor nuklir PLTN Fukushima yang bermasalah. Kecemasan warga Jepang tidak bisa ditutupi akan bahaya radiasi yang ditimbulkan oleh bocornya beberapa reaktor PLTN Fukushima yang dikelola oleh TEPCO (Tokyo Electric Power Co.). Ini adalah kondisi terberat yang dirasakan bangsa Jepang setelah akhibat kalah PD II khususnya setelah kota Hiroshima dan Nagasaki dibom oleh sekutu (AS).

Walaupun sama-sama pernah mendapat bencana tsunami, ternyata cukup jauh perbedaan antara bangsa Jepang dan bangsa Indonesia menyikapi bencana yang terjadi dari kacamata pengamatan saya. Jujur saja, saya sangat kagum kepada bangsa Jepang dalam menghadapi bencana yang baru-baru ini terjadi. Beberapa hal yang membuatku terkesima:

1. Pemerintah langsung tanggap memberikan arahan yang membuat warganya tenang. Tidak hanya itu, PM Naoto Kan juga langsung dengan tegas menegur pihak TEPCO untuk memberikan informasi secara cepat dan akurat agar warga mengetahui detail perkembangan bocornya reaktor nuklir PLTN Fukushima. Tidak seperti pemimpin negeri kita yang justru setiap ada musibah/bencana sibuk alasan yang gak jelas dan menunda untuk menyelesaikan sampai terlupakan dengan masalah lain yang akan datang. Continue reading

Itukah Surga

Peristiwa ini terjadi cukup lama terjadi, kalau tidak salah saat aku masih duduk di kelas 1 SMP 1 Pati. Tapi…entah mengapa seolah gak bisa aku lupakan sampai saat ini. Ketika aku tanya Bapak/Ibuku, beliau tidak mau menceritakannya secara detail. Kalau tidak salah peristiwa itu terjadi saat badanku tidak enak, bisa dikatakan demam. Setelah periksa ke dokter, aku diminta beristirahat dan mendapat ijin beberapa hari untuk tidak masuk sekolah.

Aku benar-benar istirahat bad-rest di kamar walaupun kondisiku sudah membaik dibandingkan beberapa hari sebelumnya. Kalau tidak salah sore menjelang magrib, aku masih tidur di kamar kakakku yang cowok. Setelah magrib, aku dibangunkan. Tapi entah halusinasi atau nyata, aku merasa ada orang tua yang berbaju hitam telah mengikuti dan mengajakku berbicara. Aku tidak mempedulikan karena terasa badanku malah panas dingin menggigil. Aku merasa ketakutan tapi aku tidak bilang ke ibu atau kakakku saat itu. Karena ibu & kakakku melihat kondisiku belum fit, beliau menyuruh agar istirahat di kamar kakakku yang cewek dimana kamarnya lebih besar.

Setelah kira-kira satu jam tertidur, badanku terasa semakin menggigil dan aku terasa dibangunkan oleh orang tua tapi orang tua kali ini memakai baju putih bersih, kemudian beliau mengajakku. Dari tutur katanya sangat baik. Aku mengikutinya dan sampai pada sebuah jembatan. Kulihat disebelah jembatan banyak sekali orang yang dari anak-anak sampai dengan tua berbaju putih melambai-lambai memanggilku dan menyambutku. Tampak pemandangan yang indah sekali yang belum pernah aku lihat sebelumnya saat itu dan sampai saat ini pula. Continue reading

Naluri Seorang Ayah

Aku sangat bersyukur dari kecil dulu dibesarkan oleh kedua orang tuanku dengan penuh rasa kasih sayang. Memang benar pepatah “kasih ibu (ortu) sepanjang masa“. Aku sangat merasakan hal itu setelah aku dikaruniani seorang putra dalam pernikahanku. Dimana sampai saat ini walaupun aku sudah lama tinggal di kota lain dari ortu tetapi ortuku selalu mendoakanku bahkan masih sering pula masih puasa sunah senin kamis untuk mendoakanku, agar berhasil dalam berkeluarga, karier dan lainnya.
Continue reading