Nomikai dan Karaoke

Saat dulu pertama kali diajak teman-teman bergabung diacara “Nomikai (飲み会)” terasa sangat canggung, tetapi setelah dua kali udah menjadi biasa juga. Satu lagi budaya keseharian orang Jepang, namanya “Nomikai” yang bisa diartikan “pesta minum minuman alkohol“. Emang tersedia banyak minuman beralkohol tetapi tergantung kita apa mau ikut minum minuman beralkohol atau minum lain yang tanpa alkohol. Party jenis ini sangat lazim dilakukan orang Jepang dalam menyambut kehadiran/perpisahan (welcome/farewell party) teman baru/lama ditmpt kerja/lab, merayakan kesuksesan atau bahkan hanya untuk menghilangkan stress bersama teman-teman sepulang dari kerja. Klo di Ina, party biasanya hari Sabtu malam Minggu, tetapi “Nomikai” ini tidak selalu malam minggu justru biasanya hari kerja karena malam minggu adalah waktu bersama keluarga atau pacar. Continue reading

Advertisements

Homesick … Kangen Pulang

Tidak terasa sudah hampir 3 tahun waktuku kuhabiskan hidup di Jepang. Banyak hal baru yang aku temukan, dari ritme masyarakat Jepang maupun yang berkaitan dengan penelitianku tentang perkembangan teknologi robotika. Kadang perasaan “homesick” sangat terasa sekali. Aku yakin setiap orang yang hidup di luar negeri pasti sekali-kali akan merasakan “homesick” untuk pulang ke Indonesia. Rasa kangen ingin pulang ini sangat terasa sekali dipertengahan bulan Juni kemarin, dimana setelah selesai sidang pertama doktorku, ingin banget pulang bertemu anak semata wayangku si “Omy” yang sudah TK kecil selain itu tentunya bertemu istri & orang tua. Walaupun Sensei kemarin memberi ijin bila ingin pulang sebentar ke Indonesia, saya sepertinya berpikir ulang karena masih banyak kerjaan yang harus aku selesaikan. Terpaksa harus kuredam lagi perasaan “homesick” dengan melakukan berbagai aktivitas sehingga bisa melupakan hal tersebut.
Continue reading

Golden Week yang “Membosankan”

Golden Week (ゴールデンウィーク) merupakan periode di akhir bulan April hingga minggu pertama bulan Mei di Jepang yang memiliki serangkaian hari libur resmi secara nasional. Tahun ini, liburan golden week resminya jatuh pada tanggal 3 s/d 5 Mei 2011, tetapi tidak resminya sejak hari jumat tgl 29 April s/d 5 Mei, dikarenakan banyak hari “kejepit” sehingga digabung libur sekaligus. Dengan rentang waktu libur yang relatif panjang, maka banyak sekali agenda jalan-jalan keliling kota-kota di Jepang seharusnya. Terlebih lagi masa libur golden week bertepatan dengan musim semi sehingga banyak matsuri (festival) yang harusnya bisa dikunjungi, dari festival bunga tulip maupun fistival seni lainnya yang tidak kalah asiknya. Continue reading

Pindah Apato (lagi)

Minggu ini merupakan minggu yang cukup melelahkan karena banyak kerjaan yang harus aku selesaikan dari laporan mingguan hasil research ke Sensei sampai dengan urusan pindah “apato” (apartment/kostan) yang cukup menyita tenaga dan waktu. Ketika pertama kali datang ke Jepang tepatnya dua tahun lalu, aku sudah dipilihkan apato oleh Sensei yang sangat dekat dengan kampus, letaknya di belakang kampus sehingga ketika membuka jendela sangat jelas wujud gedung-gedung kampus dimana waktuku akan kuhabisakan tiap hari. Apato yang terletak di lantai 4 dengan dua kamar yang bagus lengkap dengan kamar mandi yang bersih dan kitchen yang cukup luas terasa lapang. Tapi setelah tiga bulan aku ternyata gak krasan karena terasa sepi karena ku huni sendiri dan yang lebih utama karena mahal hehehe…..dan akhirnya kuputuskan mencari apato baru. Continue reading

Gempa dan Tsunami di Jepang

Sejak pagi, Jum’at (11 Maret 2011) cuaca memang agak mendung dibarengi salju yang turun kembali walaupun tidak begitu deras. Seperti biasanya setelah sholat Jum’at, saya kembali ke lab. Ketika jam dinding menunjukkan sekitar jam 3 JST, saya merasa ada gempa. Goncangan gempa terasa semakin lama semakin kencang. Karena saya berada dalam Lab yang berada pada lantai 5 dari gedung yang berlantai 13, saya lumayan cukup panik karena sebelumnya belum pernah merasakan gempa sebesar ini.
Continue reading

Suasana Baru di Lab ku

Hari ini badanku capeknya bukan main, gara-gara hari minggu kemarin main badminto dari jam 09.00 s/d 12.00 di Taikukan daigaku (gedung olah raga kampus). Main badminton menjadi hobbiku dan sepertinya sudah biasa aku lakukan sebelumnya, hanya selama hampir 2 bulan di bulan fuyu (musim dingin), aku tidak sempat lakukan karena fokus menyelesaikan jurnal paper, jadinya tulang dan sendi sepertinya mengalami penyesuaian.
Continue reading

Berlalulah Musim Dingin

Musim dingin (“fuyu“) yang dipenuhi dengan salju (“yuki“) memang nikmat untuk makan dan tidur, tetapi tidak nikmat untuk berktivitas sehari-hari. Tiap akan berangkat ke lab harus menggunakan beberapa layer pakaian agar kulit tahan terhadap dinginnya lingkungan. Apalagi dinginnya saat pulang dari lab yang sudah larut sekali. Pernah pada waktu pulang dari lab, nunggu lampu hijau di traffic light, kebetulan salju turun dengan lebatnya, dan diatas posisi aku menunggu ada tiang listrik, nah tak kuduga kagetnya minta ampun ketika ada bongkahan salju yg cukup besar mengenai payung, sakitnya gak seberapa tapi kagetnya yang minta ampun. Selain aktivitas diluar berhenti, bersepeda ria pun harus berhenti pula. Tidak hanya itu, kulitpun terasa kering bila dalam sehari kurang minum air putih serta kadang terasa gatal walaupun sudah menggunakan pelembab. Continue reading