Selamat Jalan Yi Masruri!

Minggu 20 November 2011 seperti hari libur biasanya…dari pagi aku temani anak tunggalku si “omy” bermain. Dari main sepeda sampai dengan main game. Ketika dia minta mandi pengasuhnya, maka aku sempatkan ngecek kendaraan krn sepertinya ada sistem EFI-nya yang kurang beres. Belum selesai aku ngecek mesin, dari rumah Bapak, Bapak memberitahu kalau tadi malam (Minggu pukul 01.00 waktu Madinah) bahwa KH Moch Masruri Abdul Mughni telah berpulang ke rahmatullah.

KH Moch Masruri Abdul Mughni merupakan rais syuriah Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama Jateng dan pengasuh Pondok Pesantren Al Hikmah 02 Benda, Kecamatan Sirampog, Brebes. Beliau adalah salah satu ulama kharismatik sebagi salah satu tokoh NU yang disegani, terutama di kalangan kiai sepuh. Beliau dilahirkan di Benda, 23 Juli 1943, dan meninggal dalam usia 69 tahun karena sakit jantung saat melaksanakan ibadah haji bersama istri dan tiga anak. Memang beliau sudah lama mengidap penyakit jantung. Continue reading

Advertisements

Lebaran di Tanah Rantau

Lebaran keempat kali sudah aku lalui tanpa keluarga di Jepang. Hari ini oleh Islamic Center Jepang diputuskan jatuhnya tgl 1 syawal 1432 H dimana berbeda dengan Ina yang jatuh besok hari rabu tgl 31 Agustus 2011. Tepat tiga tahun yang lalu, pada tanggal 1 syawal 1429 H aku menginggalkan Ina dan pergi ke Jepang disaat semua orang muslim merayakan idul fitri.
Continue reading

Malam Takbiran dan Mercon

Malam ini adalah malam takbiran. Tidak banyak aktivitasku yang akan aku lakukan dalam merayakan idul fitri tahun ini. Paling setelah sholat isya nanti, ikut mempersiapkan kebersihan dan sesuatunya di masjid dalam rangka persiapan sholat ied yang insaallah akan dilaksanakan besok pagi jam 08.30 JST.

Beda sekali memang suasana malam takbiran disini dengan di Indonesia. Jadi kangen kembali masa kecil. Banyak moment-moment yang sulit saya lupakan ketika masih kecil…ya saat masih SD. Dimana ketika malam takbiran, biasanya aku dengan teman-teman (wahono, purnomo, sukir dll) pasti ikut lomba takbir keliling antar mushola atau antar RT. Di hari terakhir puasa di bulan ramadhan biasanya sibuk dengan persiapan takbiran dari mempersiapkan lomba sampai dengan menyiapkan mercon atau kembang api. Yang pasti aku ingat ketika sebelum malam takbiran, Bapakku selalu membelikan banyak kembang api cuma untuk merconnya aku beli dengan cara sembunyi-sembunyi agar gak kena semprot. Continue reading

Rindu Suasana Ramadhan

Tahun ini adalah bulan ramadhan kedua yang saya lalui di bumi sakura Jepang. Sejak seminggu ini, saya merasa kerja di lab terasa tidak efektif tanpa hasil, mungkin karena saya homesick kali ya karena akan lebaran….Banyak hal yang kurindukan di bulan ramadhan seperti ini antara lain suara azan, tadarusan sampai dengan suara merchon or kembang api. Tapi yang jelas adalah kangen kepada istri, anak si “Omy” dan ortuku.

Continue reading

Marhaban Ya Ramadhan

Assalamualaikumwarohmatulah wabarotakuh…

Selamat datang dalam penerbangan “RAMADHAN AIR
Dengan tujuan bandara internasional “IDUL FITRI
Dengan nomor penerbangan “1431 H

Tidak lama lagi
Kita akan menempuh penerbangan yang berjarak tempuh “30 hari
Dan akan memasuki wilayah “Puasa

Mari tegakkan kursi “Iman
Serta sandaran “Taqwa
Bila terjadi goncangan dalam perjalanan,
Kenakan sabuk “Zikir, Tahajud & Sedekah Jariah

Kami selalu berharap
Dapat menerbangkan Anda kembali menuju negeri “Janatun Naim” pada kesempatan beikutnya.

Allah Akbar
Mohon maaf lahir & batin
Amien.

Munadi A

Masjid Pertama Di Jepang

Pada saat Natsu yasumi tahun ini yang jatuh di bulan Agustus 2009, aku sempat mampir ke kota Kobe yang terletak di dekat Osaka. Untuk mencari masjid di negara Jepang tidak semudah mencari masjid di Indonesia karena negara Jepang bukanlah negara muslim. Alhamdulilah sempat juga singgah di “Masjid Kobe”. Berikut ini adalah foto yang kuambil didepan masjid belum lama ini.
P1010287 Continue reading

Kisah Guci Emas

Berikut ini adalah sebuah kisah yang terjadi di masa lampau, sebelum Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dilahirkan yang dikisahkan oleh Al-Ustadz Abu Muhammad Harist . Kisah yang menggambarkan kepada kita pengertian amanah, kezuhudan, dan kejujuran serta wara’ yang sudah sangat langka ditemukan dalam kehidupan manusia di abad ini.

Al-Imam Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Ada seorang laki-laki membeli sebidang tanah dari seseorang. Ternyata di dalam tanahnya itu terdapat seguci emas. Lalu berkatalah orang yang membeli tanah itu kepadanya: “Ambillah emasmu, sebetulnya aku hanya membeli tanah darimu, bukan membeli emas.” Si pemilik tanah berkata kepadanya: “Bahwasanya saya menjual tanah kepadamu berikut isinya.”
images Continue reading