DPR yang tidak mau belajar

Semakin lama memang semakin jengah dan muak juga dengan tingkah polah anggota DPR yang katanya “wakil rakyat” tetapi justru tidak mencerminkan sikap wakil rakyat sejati. Enek rasanya bila menengok prgram-program yang digulirkan dari “Studi Banding ke Nagera lain, Rumah Asprirasi, Pembangunan Gedung Baru DPR“, dan masih banyak yang lainnya. Baru-baru ini dibuat geleng-geleng oleh tingkah polah anggota DPR atas “Studi Banding DPR ke Autralia”. Wajar saja Gur Dur menyebut dengan “Taman Kanak-kanak“.

Secara personal, memang kenal baik dengan Pak Kadir Karding. Pertemuan terakhir saat sama-sama menjadi panitia acara nikahnya adik ipar. Tak diragukan lagi skill komunikasinya karena beliau pernah mengkomandoi senat mahasiswa Undip serta menahkodai PMII dan beberapa oraganisasi lainnya. Boleh dikatakan, beliau termasuk tokoh muda yang dekat dengan tokoh-tokoh pembesar NU, termasuk kyai-kyai besar NU. Nasib apes sebenarnya pernah dialami ketika didepak dari Wakil Ketua DPW PKB Jateng pada saat terjadi ontran-ontran pecahnya PKB versi Gusdur dan Muhaimin. Tapi akhirnya nasib baik masih menghampirinya sampai membawanya ke Senayan. Yang saya sesalkan kenapa begitu menjadi Ketua Komisi VIII DPR kok sikap kritisnya pada saat dulu didengungkan mulai luntur, sekali lagi dunia politik memang tidak ada hitam dan putih semua serba “abu-abu“. Selain itu pernyataan telecoference secara teknis susah bikin ketawa…emang sekarang masih jaman batu apa…anak kecil aja udah tahu skype, YM, Webinar, Teamviewer dan masih banyak lainnya.

Sampai saat ini saya masih heran kenapa kebanyakan orang setelah memasuki dan berkantor di Senayan bisa berubah. Kadang berfikir yang membuat berubah itu sifat asli orangnya, sistemnya atau gedungnya ya…? Mungkin bisa diibaratkan seorang perokok, dimana ketika melihat orang yang merokok di WC akan mengatakan bahwa bau WC akan membuat gak enak, tetapi ternyata bila merokok sendiri di WC akan mendapatkan kenikmatan merokok sehingga lupa kalau dai pernah mengatakan merokok di WC gak nikmat. Yah…semakin hari rakyat Indonesia diberi kekonyolan tingkah laku DPR yang tampak dengan jelas, mulai dari studi banding ke Yunani dengan mampir lihat tari perut di Turki sampai yang terbaru kejadian email di Australia, bahkan yang terbaru justru mengunjungi Stadion Real Madrid.

Terus terang tidak sedikit anggota DPR yang bergelar berjejer-jejer bahkan pula dari lulusan luar negeri sampai dengan gelar Kyai, semua komplit tetapi kenapa hanya prosentasi kecil di bener-benar berpihak dan mempunyai visi untuk rakyat. Kalau boleh menyoroti tentang “Studi Banding“, sebenarnya sah-sah saja studi banding asalkan dan sudah selayaknya dijelaskan secara transparan ke rakyat tentang tujuan dan hasilnya. Lihat saja orang-orang di departmen pemerintah yang dikirim untuk “Studi Banding”, pasti mereka hanya mengirim pegawai yang mempunyai kualitas baik sehingga hasil dari studi banding bisa bermanfaat, bandingkan saja dengan DPR yang bicara pakai Bahasa Inggris aja masih “blekak-blekuk”. Pengalaman ketika bertemu orang “studi banding“, bila dari salah satu departmen dari pemerintah biasanya orangnya pinter dan rendah diri tapi bila dari DPR justru hanya tampangnya yang berpakaian safari seram, petentang-petenteng dengan gadget terbaru di genggaman. Semoga ke depannya anggota DPR mau belajar dan menjadi lebih baik karena bagaimanapun juga rakyat yang diwakili akan terus memantau tinngkah laku, sikap, kebijakannya demi kehidupan rakyat Indonesai yang lebih baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s