Cukur Plonthos Bisa Bikin Cerdas

Sudah berkali-kali si “Omy” tanya tentang adik, maklum saja teman-teman di sekolahnya mayoritas sudah memiliki adik sehingga dia pingin memiliki adik juga. Dari segi usia memang sudah wajar untuk punya adik karena saat ini usianya 4,5 thn, jadinya haruslah pelan-pelan memberi pengertian ke dia. Selain itu mungkin rasa kesepian karena dia merupakan anak pertama sekaligus cucu pertama, makanya bila hari Sabtu dan Minggu dia biasanya mengajak teman-temannya main di rumah.

Tapi alhamdulilah akhirnya dia punya adik cowok seperti yang diminta, anak dari om dan tantenya. Walaupun beda rumah, tetapi sangat dekat sehingga dia bisa main ke tempat eyangnya tiap hari setelah pulang sekolah atau les. Dan sekarang si “Omy” sudah gak mau dipanggil dengan “dik Omy” tapi minta dipanggil “mas Omy“. Ada-ada aja….yah semua nurut aja permintaan dia daripada dia ngambek…^_^. Yang paling menyenangkan ketika mendengar suara dan wajahnya yang cerah di telp (skype), dia cerita tentang adiknya yang baru dengan rona gembiranya.

Dan tak terasa ternyata usia adiknya “Aam” kalau tidak salah sudah sekitar satu bulan. Walaupun tidak bisa bergabung bersama-semua keluarga besar untuk mengikuti momen yang membahagiakan dalam acara “tausiyah walimatut tasmiyah” hari Minggu kemarin, sedikit terhibur dikirimi artikel oleh Pak Agus yang juga sebagai salah satu wartawan senior Suara Merdeka, dan tentunya sedikit saya edit.

’’Cukur plonthos atau cukur gundhul bisa bikin anak cerdas, makanya kenapa ada kesunahan bayi yang baru lahir pada usia tertentu dipotong rambutnya dan menyembelih kambing sebagai aqiqah,’’ kata KH Kharis Shodaqoh, pengasuh pondok pesantren Al-Itqon, Bugen, Tlogosari Semarang. ’’Lho ini tidak guyonan, tidak main-main,’’ lanjut Kiai Kharismatik disambut ger-geran hadirin. Dia mengaku mendapatkan ’’ijazah’’ tersebut dari seorang kiai kharismatik di Kaliwungu Kendal. ’’Dan sudah saya praktikkan,’’ tuturnya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng itu tengah menyampaikan “tausiyah walimatut tasmiyah (upacara pemberian nama)cucu kedua H Ali M., di kediaman Jalan Ketileng Raya I/14 Semarang, kemarin. Mata H Ali M. tampak berkaca-kaca bahagia ketika menyampaikan sambutan sebagai sahibul bait atas kelahiran cucu keduanya itu. Cucunya yang lahir dari pasangan Fatkhi Bahri (Eric) dan dr Citra Ayu Rosinda (Oshin) diberi nama “Afiq Amhar Mahdi (Aam)“.

Upacara tradisi tersebut diawali dengan pembacaan dzibaiyah oleh jamaah dziba para doktor dan profesor. Yang membaca kitab barzanji yaitu Dr KH Arja’ Imroni MAg (Sekretaris PWNU Jateng), Prof Dr H Muhibbin Noor MA (Pjs Rektor IAIN Walisongo), Prof Dr H Ervan Soebahar MA, dan Prof Dr H Ahmad Rofiq MA (Sekretaris Umum MUI Jateng). Selain itu hadir pula Prof. Dr. Sudharto P. Hadi MES (Rektor Undip) dan tamu undangan lainnya.

Walaupun belum lihat secara langsung keponakan baru “Aam“, “semoga engkau kelak menjadi anak yang sholeh“.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s