Tenaga Baru

Memang beda rasanya ketika hudup masih membujang dengan setelah berkeluarga. Banyak sekali perbedaannya. Terasa hidup tambah indah berwarna ketika kita sudah mampu untuk menyegerakan salah satu anjuran agama untuk membina sebuah keluarga. Ketika masih membujang, paling di kangenin hanyalah orang tua, tapi setelah berkeluarga bertambah istri dan anak yang setiap saat membuat kangen ingin segera bersama. Terlebih saat ini yang terpisah jarak yang cukup jauh. Untuk mengurangi rasa kangen, maka aku gunakan waktuku yang hampir 15 jam per hari kuhabiskan di lab.

Ketika malam hari badan sudah terasa lelah akhibat aktivitas seharian dan lebih-lebih kerjaan di lab belum juga usai, maka rasa bosan selalu menghampiri. Tetapi seolah kadang terasa mendapatkan vitamin atau supplement ketika mendapatkan foto kiriman dari Ina tentang perkembangan jagoanku. Walaupun aku harus melewatkan masa perkembangannya secara langsung, setidaknya dengan foto yang biasa dikirim menambah tenaga baru bagiku untuk segera menyelesaikan pekerjaan disini dan sesegera mungkin tahun depan sudah bisa kembali ke Ina. Walaupun Sensei menawari untuk lanjut lagi sepertinya aku minta waktu mungkin satu tahun balik ke Ina dulu. Tidak lain tidak bukan agar janjiku bisa aku tepati ketika si “Omy” tanya “kapan Ayah pulang?…kok lama“. semoga bulan Okt tahun ini ayah udah bisa pulang Semarang!

One response to “Tenaga Baru

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s