Gula dan Garam

Pagi ini, aku kembali dikerjaiin si garam untuk yang kedua kalinya. Memang aku menempatkan garam dan gula pada kotak yang sama warna, sama bentuknya dan bersebelahan rak dapur.

Pertama kali ketika bulan ramadhan kemarin, dimana aku merindukan masakan kolak untuk buka puasa. Setelah searching dengan mbah google, kutemukan “resep membuat kolak“, selanjutnya kubeli bahan dan akhirnya mulai untuk masak. Nampaknya top banget dimana carmpuran pisang, sejenis kolang-kaling, gula merah, gula putih dan susu sebagai pengganti santan. Karena puasa, maka aku gak bisa mencicipi…tetapi dari visual tampaknya sangat nikmat kolak buatanku ini. Tak berapa lama terdengar adzan magrib dari IslamicFinder di labtop sebagai tanda berbuka. Tapi alangkah terkejutnya ternyata rasa kolakku uasin banget…..aduh makkkkkkk…..ternyata yang kumasukkan tadi ternyata tiga sendok garam bukan tiga sendok gula putih….apesssss!!!!! Terpaksa buka dengan minuman yang ada di kulkas!

Eh…ternyata kejadian diatas aku ulangi lagi pagi ini tetapi bukan di kolak tapi susu kedelai. Sudah menjadi kebiasaanku minum susu kedelai manis tiap pagi sebalum ke kampus, tapi aku kemarin beli kedelai yang netral. Karena aku penggemar yang manis-manis….(selain minuman dan makanan manis…tentunya istri yang manis pula…hahaha), maka aku satu tambah gula putih. Tetapi ketika aku minum…bah ternyata rasa asin yang keluar! Dengan rasa jengkel dan agar tak salah ambil garam lagi maka pagi ini aku kasih tulisan gede “INI GARAM LHO” pada kotak wadah garam! Pantesan beberapa hari ini masakan kok kayaknya rasanya manis melulu!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s