Musim Semi Telah Tiba

Tidak seperti tahun lalu, musim dingin tahun ini terhitung paling panjang rentangnya dari tahun-tahun sebelumnya. Di tahun sebelumnya biasaya musim dingin terjadi di bulan November s/d Februari, tetapi tahun ini sampai dengan akhir Maret saja kadang-kadang masih turun salju (“yuki“). Mungkin inilah pertanda salah satu pengaruh global warning seperti yang didengungkan oleh banyak ahli lingkungan.
Foto salju yang saya ambil dari jendela apato.

Bila musim dingin, butir-butir salju membuat seluruh isi kota menjadi putih dan mengingatkan saya serial J-drama “Oshin” yang diputar di TVRI pada waktu saya masih kecil. Karena temperatur sangat rendah, biasanya berkisar 1 s/d 5 derajat C, maka ketika musim dingin, kegiatan yang paling nikmat adalah makan dan tidur terlebih waktu siangnya pendek (07.00-16.00), sehingga membuat betah berdiam diri dalam kamar. Tapi sayang, aktivitas harus tetap jalan yaitu research di lab tiap hari. Yang paling tidak saya sukai ketika pulang lab (sekitar jam 23.00 malam) adalah sering terjebak turunnya salju yang lebat dibarengi dengan angin kencang. Ini adalah salah satu foto yang saya ambil ketika baru keluar dari lab.

Alhamdulilah di bulan April ini, musim semi telah datang, musim yang paling aku senangi diantara musim-musim yang lain, karena “bunga sakura” mulai berkembang dengan indahnya, selain itu cuaca biasanya cerah dan udara sejuk sehingga sangat nyaman. Selain itu, di musim semi banyak sekali upacara/festival (“Matsuri”) di Jepang. Orang Jepang bersama keluarganya, teman, atau pacarnya pada musim ini biasanya melakukan “Hanami” (melihat bunga sakura). Demikian saya bersama teman-teman sebagai penduduk sementara ikut menikamti hanami.

Kalau dilihat lihat lebih jauh sebenarnya “Hanami” adalah bentuk aktualisasi kebahagiaan orang Jepang setelah musim dingin dimana mereka jarang bisa beraktivitas dengan leluasa. Bunga sakura memang unik, tanaman ini hanya berbunga sekali dalam setahun dan lamanya kira-kira hanya 1 s/d 2 minggu saja. Keindahan bunga sakura kalau menurut saya adalah bunganya yang berkembang diseluruhnya batangnya sebelum daunnya tumbuh sehingga tampak kontras hanya bunga dengan batangnya yang berwarna gelap. Sekali lagi…itulah salah satu kebesaran Tuhan YME!
Pohon sakura di bukit Aswayama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s