Oh President Indonesiaku Pak “eSBeYe”(1)

Tak bisa terbayangkan alangkah sialnya negeriku Indonesia hari ini tgl 28 Januari 2010 bila peristiwa ditahun 1998 atas penggulingan kekuasaan “Orba/Pemerintah Mbah Suharto” terulang lagi pada pemerintahaan saat ini. Haparanku, hal diatas jangan sampai terjadi karena rakyat kecillah kembali yang akan menanggung beban beratnya mencari makan. Ini bukannya kecemasan yang mengada-ada tetapi atas dasar kondisi dan berita yang saya baca hari ini.

Pak “eSBeYe” Presiden kelima RI ini diakui atau tidak, dari penanmpilannya memang gagah, trendy dan necis. Bisa dibayangkan pada saat muda pasti banyak “none-none, mbak-mbak” yang akan “klepek-klepek” begitu dekat dengan beliau. Didukung lagi yang lulusan terbaik Akabri, maka sangat mudah untuk mencari pasanagn hidup dan pasti banyak pejabat TNI pada waktu itu yang mengajukan proposal putrinya untuk dijadikan istri.

Setelah era reformasi, pada thn 2004, Pak “eSBeYe” berhasil terpilih sbg presiden atas rivalnya Bu “MeGawati” dengan cara pemilihan langsung rakyat Indonesia. Pada masa pemerintahan dibawah kendali Pak “eSBeYe” bersama Pak “JeKa”, banyak terobosan mengarah perbaikan , antara lain maslah korupsi, perdamaian dll. Tapi sayang, duet bagus ini harus pecah kongsi di pemilu presiden untuk thn 2009-2014.

Di thn 2009, Pak “eSBeYe” terpilih kembali untuk periode kedua bersama Pak “BudIyONO” dengan suara yang bisa dikatakan menang mutlak. Banyak rakyat yang berharap di periode kedua ini, Pak “eSBeYe” semakin “TEGAS” dalam mengambil kebijakan yang pro rakyat dan mengangkat pembantu-pembantunya lebih banyak dari kalangan profisional agar benar-benar memikirkan rakyat. Tetapi kenyataannya ternyata tidak, banyak yang diangkat menteri dari mantan tim sukses atau orang politik. Sejak saat itu, saya yakin banyak rakyat Indonesia yang kecewa, kenapa dengan suara mutlak masih takut dengan orang-orang partai. Tapi saya, anda adalah hanya rakyat kecil yang hanya bisa berharap mereka para pembantu dari partai yang benar-benar bisa memikirkan rakyat bukan mikir perutnya sendiri, keluarga dan partainya.
…..continue

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s