Oh President Indonesiaku Pak “eSBeYe” (2)

Kalau saya tidak salah, program “100 hari” pertama kali didengungkan oleh President Roosevelt (saya bukan ahli politik dan sejarah) dan saat ini menjadi trend baik dari Pak Kades, Pak Bupati, Pak Gubernur maupunpun Pak President yang baru terpilih. Apa yang terjadi dengan “Program 100 harinya Kabinet Pak “eSBeYe” jilid II? Saya yakin banyak rakyat Indonesia yang tidak tahu walaupun Pak “eSBeYe” dan para pembantunya mengklim 90 % berhasil. Oleh karena itu hari ini tgl 28 Januari 2010 adalah hari selesainya program 100 hari kabinetnya banyak terjadi demo di berbagai kota di Indonesia atas kinerja beliau bersama kabinetnya di 100 hari memimpin negeri Indonesia. Kalau boleh berpendapat, permasalahannya adalah :
1. Pelaksanaan programnya 100 hari tidak mendasar pada perubahan kebijakan yang significant, misalnya masalah TKI, korupsi dll. Seolah-oleh semuanya sudah okey sehingga para pembantu (menteri) sibuk sendiri tetapi sepertinya tidak memiliki dasar teknis pelaksanaan yang jelas. Contoh jelas kasus kamar VIP “Mpok Ayin”, dimana salah satu dirjennya adem-ayem tidak kena tindakan yang jelas-jelas tahu dan statementnya malah memilukan perasaan orang kecil. Continue reading

Oh President Indonesiaku Pak “eSBeYe”(1)

Tak bisa terbayangkan alangkah sialnya negeriku Indonesia hari ini tgl 28 Januari 2010 bila peristiwa ditahun 1998 atas penggulingan kekuasaan “Orba/Pemerintah Mbah Suharto” terulang lagi pada pemerintahaan saat ini. Haparanku, hal diatas jangan sampai terjadi karena rakyat kecillah kembali yang akan menanggung beban beratnya mencari makan. Ini bukannya kecemasan yang mengada-ada tetapi atas dasar kondisi dan berita yang saya baca hari ini.

Pak “eSBeYe” Presiden kelima RI ini diakui atau tidak, dari penanmpilannya memang gagah, trendy dan necis. Bisa dibayangkan pada saat muda pasti banyak “none-none, mbak-mbak” yang akan “klepek-klepek” begitu dekat dengan beliau. Didukung lagi yang lulusan terbaik Akabri, maka sangat mudah untuk mencari pasanagn hidup dan pasti banyak pejabat TNI pada waktu itu yang mengajukan proposal putrinya untuk dijadikan istri.

Setelah era reformasi, pada thn 2004, Pak “eSBeYe” berhasil terpilih sbg presiden atas rivalnya Bu “MeGawati” dengan cara pemilihan langsung rakyat Indonesia. Pada masa pemerintahan dibawah kendali Pak “eSBeYe” bersama Pak “JeKa”, banyak terobosan mengarah perbaikan , antara lain maslah korupsi, perdamaian dll. Tapi sayang, duet bagus ini harus pecah kongsi di pemilu presiden untuk thn 2009-2014. Continue reading