Kapan Ada Evaluasi Biaya Pemilu???

Gila bener ketika malam ini aku baca berita di detik.com yang berjudul : “Bawaslu Minta Tambahan Biaya Operasional 952 Milyar”. Kalau yang tertarik bisa baca di link berikut : detiknews.

Entah saya yang tidak tahu tetang kekayaan Indonesia atau memang para pengelola negara yang sangat pandai mengelola keuangan Negara? Yang saya tahu saat ini biaya pemilu legislative dan pilres tahun 2009 ini adalah sekitar Rp. 13,5 trilyun, untuk pilpres sendiri sekitar 4 trilyun …itu saja kalau pelaksanaan pilpres berlangsung satu putaran. Ya sah…sah saja biaya pilpres mau lebih 4 trilyun atau 10 trilyun…tapi apakah dengan biaya tersebut lebih banyak manfaatnya???
iria

Sekali lagi bagi saya sebagai rakyat kecil yang lahir di bumi Indonesia harus mengelus dada. Betapa tidak berimbangkan dengan kenyataan rakyat yang masih menderita kemiskinan dll. Mungkin satu minggu yang lalu, saya baca berita tentang keadaan warga suatu desa di NTT yang menunggu berhari-hari pembagian beras raskin sampai mereka tidur dipinggiran jalan!
antri beras

Sebenarnya pemilu kan berlangsung sekali setiap 5 tahun, tapi mengapa kok kelihatannya pemerintah hanya melaksanakan ini sebagai rutinitas padahal butuh biaya besar. Andai saja setiap tahun ada evaluasi tentang pelaksanaan pemilu…saya yakin ada evaluasi tentang biaya yang digunakan. Kalau biaya bisa ditekan, alangkah lebih bermanfaat bisa dipergunakan untuk pembangunan infrastruktur, seperti pembangunan jembatan Suramadu yang baru saja selesai.
1

Saya bukan antipati dengan kebijakan pemerintah tapi mbok ya seyogyanya dicari alternative pelaksanaan pemilu legislative dan pilpres dengan biaya lebih efisien tetapi tetap jurdil. Coba kita tengok sebentar pelaksanaan pileg kemarin….berapa uang pemerintah yang digunakan untuk mencetak kartu suara yang bergambar para calon anggota parlemen yang amat sangat terhormat! Saya pernah berkecimpung didunia percetakan…jadi bisa saya kira-kira harga perlembarnya dengan komposisi beberapa warna. Jujur saja saya sendiri kemarin tidak terdaftar … jadi ya alhamdulilah gak dosa kalau tidak nyontrng…he…3x. Banyak orang bilang kalau kertas suara untuk pileg sangat besar. Ya maklum orang pada ramai-ramai mendirikan partai sebagai mata pencaharian kali….
1

Yang mungkin saya utarakan disini adalah bagaimana pemerintah konsisten dari tahun-ketahun mengevaluasi anggaran yang digunakan untuk pemilu misalnya untuk kertas suara. Mungkin pemilu yang akan datang hanya menggunakan kertas suara yang besarnya seukuran KTP. Dibilik suara sudah terdapat gambar caleg dan parpolnya yang sudah dibingkai kaca atau apun sesuai dengan gambar yang telah disosialisasikan. Gambar yang ada dibilik suara hanya bisa dilihat tetapi tidak dapat dicoret-coret ataupun dirobek. Jadi setiap wni yang akan memilih bisa melihat gambar kemudian menuliskan nomor angka dan nomor parpol di kertas suara yang sudah terdapat stempel resmi dari badan yang berwenang. Yah…setidaknya ini kan mengurangi biaya cetak kertas suara sekaligus mengurangi masalah salah penempatan foto seorang caleg …saya yakin…yang namanya masalah pasti akan ada…tapi setidaknya bagaimana masalah itu bisa dieliminir.

Yah…semoga dengan biaya pemilu yang besar ini bisa menghasilkan pemimpin yang tahu kondisi rakyat sebenarnya sekaligus tahu bagaimana mengatasi kedepannya … bukan tahu kondisi pasar tradisional pada saat mau pileg dan pilres saja…!!!

Salam,

Munadi A

One response to “Kapan Ada Evaluasi Biaya Pemilu???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s