Cara Kampanye Caleg Yang Cerdas

Pemilihan Caleg memang sudah berakhir…bagi yang terpilih mungkin bisa lega…lega dalam arti bisa bekerja atau bisa mengembalikan modal….kita semua belum tahu….tapi bagaimana yang tidak terpilih??? Dari beberapa kasus…banyak caleg yang tidak terpilih ada yang stress, meninggal dunia karena jantungan dan yang tragisnya ada yang bunuh diri. Mungkin kasus diatas adalah kasus minoritas yang justru menjadi kasus mayoritas adalah habisnya harta benda bahkan masih hutang dana untuk pembiayaan dana kampanye caleg.
1

Sebenarnya itu semua tidak terlepas dari tata cara yang ditetapkan oleh negara (KPU) yang menurut saya kurang tepat. Mungkin saya mau memberi gambaran bagaimana model kampanye seorang caleg di Jepang. Saya menekankan disini bahwa di Jepang bukan menerapkan cara kampanye yang paling baik tapi setidaknya lebih baik dari cara-cara yang dilakukan oleh caleg-caleg kita. Berikut ini fotonya :

4

Jadi kampanye tanpa diiringi suara knalpot kendaraan yang menderu-deru apalagi diiringi panyannyi (maaf yang agak berpenampilan “seronok”) untuk menarik simpati massa. Kampanye dilakukan dengan cara berpidato dipinggir jalan keramaian serta beberapa simpatisan disampingnya…kadang-kadang juga kampanye dilakukan dengan naik mobil sambil berpidato tanpa iringan pendukung yang war wer di belakangnya. Yang membuat saya salut adalah lalulintas di jamin tetep lancar terkendali. Sedangkan bagi orang lain yang tertarik dengan kampanye yang dilakukan caleg, maka akan akan menyimak dan mendengarkan dengan seksama isi kampanye…sedangkan kalau ndak mau …ya cuek lewat begitu saja..

Saya yakin bangsa kita juga sama dengan bangsa Jepang yang makanan pokoknya beras…Alangkah bijaksana mungkin next time KPU mempunyai cara yang jauh lebih baik tanpa harus seorang caleg harus habis-habisan mengeluarkan hartanya untuk kampanye. Mungkin yang yang menjadi fokus adalah bagemana rakyat bisa memilih seorang wakilnya yang benar-benar bisa menjadi wakil yang kredibel. Kalau saya lihat pileg kemarin seperti lowongan pekerjaan saja dengan background caleg yang belum jelas.

Mungkin salah satu cara yang bisa diterapkan KPU adalah menerapkan aturan wajib untuk setiap caleg harus membuat brosur A4 bolak-balik yang harus diserahkan ke KPU pada saat mendaftar dan berisi :
1. Identitas
2. Profil Pendidikan,organisasi yang pernah diikuti
3. Profil Kegiatan sosial/kemasyarakatan
4. Visi dan misi
5. dll

5

Sehingga dengan membaca brosur tersebut sudah terdapat gambaran kasar apakah dia memang layak atau tidak sebagai wakil kita bukan karena popularitas semata seperti banyak artis2 yang hanya bermodal popularitas semata. KIta bisa melihat seperti Tantowi Yahya memang layak tapi bagemana dengan yang lain yang maaf kita tidak tahu track recordnya!

Salam,

Munadi A

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s