Harga Sebuah Nyawa di Indonesia dan Jepang

Tulisan ini aku buat sebagai bentuk keprihatinan atas musibah yang menimpa Ibu Prita Mulyasari yang di penjara gara-gara menulis surat komplain terhadap “RS Omni International”.
prita
Mungkin lebih detainya dibaca dulu komplain beliau di Surat Pembaca berikut ini :
detik.com

Seharusnya sah-sah saja seorang pasien menanyakan apa yang akan dilakukan terhadapnya oleh dokter baik diagnosa, obat, penanganan atas penyakitnya dan lain sebagainya. Banyak saudara saya yang juga dokter, dan juga tidak semua dokter bertindak seperti yang terjadi di “RS….yg katanya berbandrol Internasional”. Memang banyak sekali kasus malpraktek di Indonesia yang disebabkan ketidakterbukaan seorang dokter dan management RS. Diperparah lagi adanya stigma bahwa “ada uang dulu baru akan ditangani”.

Saya hanya akan memberi gambaran perbedaan perlakuan yang menyolok pada saat saya mendapat kecelakaan di Jepang. Waktu itu sehabis dari masjid,saya jatuh dari sepeda padahal aku naik sepeda dengan pelan…memang saat itu aku kecapean sehingga aku agak blank pada saat leawat jalan yang agak licin…dan tragisnya muka saya mengenai siku trotoar. Tak ayal lagi banyak darah kental keluar dari hidung, telinga dan bawah mata. Saat itu saya pingsan dan sudah tak ingat apa-apa. Ke 3 teman saya yang saat itu bersama saya amat sangat panik katanya. Nasibku masih beruntungkarena kejadianku dekat pos polisi yang kemudian langsung memanggil ambulance RS. Kata temanku tidak begitu lama Ambulance datang.

Setelah sampai RS, aku agak sadar dan langsung ditangani CTScan dll tanpa ditanya “bawa uang berapa? dulu” dan ini memang lazim disini bahwa kita tidak pernah ditanya apakah sanggup membayar atau tidak. Ya..nyawa lebih utama. Dari hasil pemeriksaan macam-macam ternyata tulang diatas dan dibawah mata saya retak dan patah. Stress, galau dll aku alami….sudah jauh dari keluarga dapat musibah seperti itu…tapi untunglah ada teman-teman yang sangat care bergantian menghiburku!

Setelah seminggu diputuskan untuk operasi agar tulang mukaku bisa menyatu kembali dan bisa kembali seperti sedia kala. Alhamdulilah setelah operasi yang lamanya 4 jam dan harus opname di RS, akhirnya tulang mukaku bisa tersambung sekali walaupun sampai saat ini masih terdapat sejenis penyambungnya (pen). Butuh waktu 6 bulan-1 tahun agar luka operasi di muka dan tulang bisa seperti sedia kala.
a

Yang saya ingin tekankan disini adalah bagaimana profesionalnya seorang dokter dan perawat di Jepang yang menangani saya ataupun pasien yang lain. Sebelum melakukan apapun, mereka akan menjelaskan secara detail jenis obat, hasil lab, dan perawatan yang dilakukan. Contohnya adalah pembiusan yang akan dilakukan pada saat operasi. Dokter anestesi menjelaskan dengan detail obat yang digunakan, lama pembiusan dll. Yang kadang membuat saya kikuk ketika setiap jam kunjungan dokter, dokter menjelaskan kadang tidak berdiri tetapi sambil jongkok dilantai. Sedangkan perawatnyapun akan membantu dan melayani kita dengan senyum yang iklas. Satu point lagi…jangan kira aku sudah mempunyai uang untuk membayar biaya RS. Total biaya yang harus saya bayar cukup besar buat saya. Pihak Management RS mempersilahkan saya untuk pulang sedangkan biaya dapat diangsur! Dan memang benar anekdot teman-teman kalau kita di RS kayak nginap di hotel…..dasar!!!

Semoga kita masih mempunyai dokter-dokter yang berhati mulia. Dan semoga kasus Ibu Prita Mulyasari menjadi pelajaran bagi management RS yang hanya mengedepankan uang semata. Untuk Ibu Prita Mulyasari….agar bersabar…saya yakin Gusti tidak sare (tidur)!

Salam,

Munadi A

3 responses to “Harga Sebuah Nyawa di Indonesia dan Jepang

  1. BREAKING NEWS !!!
    JAKSA AGUNG MEMERINTAHKAN MEMERIKSA PARA JAKASA YANG MENUNTUT PRITA, YANG MENURUTNYA
    TIDAK PROFESIANAL.

    TANGGAPAN KEJATI BANTEN ATAS PEMERIKSAAN JAKSA YANG MENUNTUT PRITRA:
    “Kita tidak berbicara siapa yang akan kemudian bertanggung jawab terhadap pembuatan …(BAP),yang penting, tapi siapa yang harus bertanggung jawab mereka yang melakukan tindakan pidana (PRITA). Saya berikan apresiasi kepada jaksa tersebut!!”

  2. HASIL DENGAR PENDAPAT KOMISI IX DPR DGN MANAGEMENT RS OMNI:
    1. KOMISI SEMBILAN TIDAK PUAS DENGAN JAWABAN DARI PIHAK RS OMNI
    2. MENGUSULKAN PENCABUTAN IZIN OPERASIONAL RS OMNI
    3. MENCABUT TUNTUTAN RS OMNI KEPADA PRITA MULYASARI
    4. RS OMNI HARUS MINTA MAAF SECARA TERBUKA KEPADA PRITA MULYASARI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s